Brutal! Massa Bayaran Keroyok Lima Wartawan

oleh -228 views
Salah satu wartawan dicekik saat melaksanakan investigasi di lahan sengketa, Kamis (17/10) siang.

BANGKA | PANDAWA98.COM – Lima wartawan media cetak dan online diserbu massa —diduga bayaran cukong tanah— saat meliput protes warga terkait jual-beli lahan di Dusun Mengkubung, Desa Riding Panjang, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Kamis (17/10/2019) siang.

Kelima wartawan itu adalah Rikky Fermana (Mapikor), Wa (Radar Bangka), Rey (DetikNews.id), Ryan A Prakasa (Spotberita.com) dan Purna Yuda (lintasanberita.com). Kedatangan mereka ke lokasi lahan sengketa didampingi seorang warga dusun setempat, Basuni (38), bermaksud melaksanakan liputan investigasi, menindaklanjuti kabar warga memprotes jual-beli lahan dekat pesisir pantai Mengkubung.

Sekitar pukul 13:01 WIB, atau baru sekitar lima menit tiba di lokasi lahan, rombongan wartawan didatangi segerombolan massa mengendarai sepeda motor. Bergaya ala preman, salah seorang dari kelompok massa —diduga dikoordinir oknum warga berinisial AT— itu langsung melontarkan kalimat tidak bersahabat.

“Oh ya, bapak dari mana?” tanya Rikky kepada salah satu anggota massa bernama SUN alias CD. Warga Bukit Ketok itu malah membalasnya dengan suara menggertak. “Jangan foto-foto, nanti saya buang handphone kamu!,” sahutnya sembari menghampiri dan mencekik leher Rikky.

Baca Juga: Sekda Dinonaktifkan, Ini Alasannya

Meski tidak mendapat perlawanan fisik dan beberapa kali dilerai, CD tidak mengurangi keberingasannya. Dia mengambil sepotong kayu yang tergeletak di tanah, mencoba curi kesempatan memukulkannya ke punggung Rikky. Namun sempat dihalangi Ryan, wartawan SpotBerita.com.

Amarah CD kian meledak, Ryan pun menjadi sasaran pukulan, tapi meleset. Tidak mau ikut-ikutan gila, Ryan dan Rikky berangsur menjauhi arena, meski akhirnya dikejar salah satu rekan CD yang membawa sebongkah batu.

“Kupecahkan mukamu!” umpat CD. “Wartawan bodoh! Ke sini mau cari duit ya?” sambung seorang rekannya.

Saat situasi memuncak, Sang Korlap berinisial AT tampil seolah menengahi. Warga Mantung Belinyu —mengaku orang suruhan H Fit— ini menjelaskan singkat terkait persoalan jual-beli lahan dekat bibir pantai Dusun Mengkubung yang diprotes warga tersebut.

“Permasalahannya, warga tidak terima jika lahan ini dijual. Karena dulu ada kesepakatan bahwa lahan dekat bibir pantai tidak boleh ada aktiftas apapun,” ujarnya sambil menunjukan selembar kertas berisi peta lokasi lahan.

Baca Juga: Tragis! Korban Perkelahian Dilarikan ke Bengkulu dengan Belati Bersarang di Kepala

Tanpa buang waktu, rombongan wartawan meninggalkan lokasi, menghindari keributan berlarut dengan kelompok massa. Mereka langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Polres Bangka di Kota Sungailiat untuk menuntut keadilan serta meminta kepolisian mengusut hal mencurigakan terkait kisruh jual-beli lahan dimaksud. Kedatangan di Mapolres diterima petugas SPKT dan diteruskan ke Penyidik Reskrim.

Terpisah, Kapolres Bangka AKBP Aris Sulistyono saat dikonfirmasi terkat tindak pengeroyokan terhadap wartawan oleh sekelompok oknum warga di Dusun Mengkubung, mengaku baru mengetahui dari bawahannya. “Laporannya sudah kita terima,” ungkapnya, Kamis sore.

Sementara Kapolda Babel, Brigjen Pol Istiono menyarankan kasus ini segera dilaporkan kepada kepolisian setempat. “Lanjut! Laporkan ke Polsek Belinyu,” jawabnya melalui pesan instan whatsApp.[una]