Dampak Terlambatnya Proses Pencairan Dana Desa Ini Penjelasan BPKAD

oleh -12 views

BENGKULU SELATAN | PANDAWA98.COM – Dari total 142 desa di Kabupaten Bengkulu Selatan, baru 47 desa saja yang menyerahkan APBDes ke BPKAD. Hal ini berdampak ke terhambatnya proses pencairan Dana Desa (DD), juga pembangunan di desa.

Kepala BPKAD Bengkulu Selatan Lismanto Bayu melalui PPTK BPKAD Ujang Ali mengatakan, keterlambatan desa menyerahkan APBDes dikarenakan beberapa faktor. Antara lain banyak desa yang dijabat pjs kades, BPD habis masa bakti, dan RAB yang belum selesai disusun.

“Setelah APBDes disusun maka akan dirapatkan dengan seluruh anggota BPD. Lalu diverifikasi di kecamatan, baru setelah itu diantarkan ke BPKAD untuk melakukan pencairan yang langsung masuk ke rekening desa,” terang Ujang.

Memang batas waktu pencairan DD tahap satu berakhir pada bulan Juli, tapi pembangunan di desa menjadi terhambat jika tidak segera diurus. Bahkan apabila hingga masa berakhirnya waktu pencairan tetap tidak diurus, maka dananya akan hangus.

“Sedangkan untuk mencairkan tahap kedua, paling cepat bulan Mei dan paling lambat bulan September. Dengan persyaratan, melampirkan laporan realisasi kegiatan 100 persen tahun sebelumnya, baru bisa dicairkan,” jelasnya. [and]

top