Dongkrak Harga Jual, Dinas Ketahanan Pangan Latih KWT Olah Hasil Panen

oleh -54 views
Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bengkulu Selatan mengutus 14 perwakilan KWT mengikuti pelatihan pasca panen di Balai Pertanian, Provinsi Lampung.

BENGKULU SELATAN | PANDAWA98.COM — Memandang pentingnya sektor ketahanan pangan menopang ekonomi keluarga, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan melalui Dinas Ketahanan Pangan terus menggiatkan pembinaan tenaga terampil produksi pasca panen.

Terkait upaya ini, Dinas Ketahanan Pangan telah mengutus perwakilan 14 Kelompok Wanita Tani (KWT) mengikuti pelatihan pengolahan bahan pangan lokal —ubi dan jagung— menjadi panganan bernilai jual tinggi. Pelatihan dilaksanakan di Balai Pertanian Lampung, 7-12 Oktober 2019.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bengkulu Selatan, Ir Iskandar menjelaskan, melalui pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomis ubi dan jagung yang melimpah di daerah ini, sebab petani tidak lagi terpaku menjual hasil panen mentah. Melainkan menjadikannya produk olahan terlebih dahulu sebelum dipasarkan.

Dengan meningkatkan harga, kata Iskandar, animo petani menanam dua komoditi ini juga meningkat. “Kita diketahui bahan baku pangan seperti ubi dan jagung melimpah-ruah di daerah ini. Kita dorong petani menjual hasil panennya dalam bentuk makanan olahan. Jadi sekarang kita latih dulu,” beberanya saa ditemui di ruang kerjanya, Kamis (17/10) pagi.

Suasana pelatihan pasca panen ubi dan jagung yang diikuti KWT utusan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bengkulu Selatan, di Balai Pertanian Lampung.

Iskandar menyadari, kendala peningkatan nilai jual hasil tanaman pangan selama ini lebih disebabkan lemahnya keterampilan pengolahan pasca panen. Ke depan dia berharap petani mampu mengatasi kelemahan ini guna memperbaiki pendapatan. “Kalau daerah lain bisa, kenapa kita tidak? Sekarang kita mulai di kalangan wanita tani dulu,” timpalnya.

Melalui pelatihan selama enam hari, ke-14 perwakilan KWT diharapkan mampu mengadopsi semua materi pelatihan serta mengembangkannya di KWT masing-masing.

Baca Juga: Pastikan Bantuan Poktan, Gubernur Rohidin Turun ke Lapangan

“Kami sudah membuat target, setelah pulang dari Lampung, mereka harus mampu mengembangkan diri sekaligus menularkan ilmunya kepada anggota KWT lainnya dan masyarakat luas, demi penigkatan nilai jual pasca panen ubi dan jagung di Bengkulu Selatan,” pungkasnya.[pd33]

top