Pemdes dan BPD Desa Mela’o Gelar Acara Pembahasan R-APBDES, Utamakan Penganggaran BLT DD

oleh -56 views

BENGKULU SELATAN | PANDAWA98.COM – Pemerintah Desa dan anggota ( PBD) Badan Permusyawaratan Desa, telah melaksanakan kegiatan musyawarah Desa agenda pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (R-APBdesa) untuk tahun 2021. Selasa [23/2/21].

Acara tersebut dilaksanakan di Aula Gedung Serbaguna Desa setempat di hadiri langsung  Pjs. Kades Susdi Harjo, beserta jajaran perangkat Desa Mela’o di hadri oleh Ketua BPD Norma nengsih beserta anggotanya Dilaksanakan acara musyawarah ini Demi lancarnya jalan roda pemerintahan dalam melaksanakan kegiatan – kegiatan Desa yang ada di Desa Mela’o.

Dalam sambutan Pjs Kades Desa Mela’o Susdi Herdjo mengatakan, dalam pembahasan R-APBDesa merupakan bagian dari keterbukaan terhadap masyarakat desa setempat untuk melaksanakan Program – program kegiatan Desa yang nantinya sesuai dengan harapkan masyarakat baik kegiatan secra fisik maupun nonfisik di tahun anggaran 2021 ini. sebelum ditetapkan dan disahkan harus di bahas tentunya, yang bertujuan untuk memastikan bahwa kegiatan yang sudah di sepakti dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDesa).

“dan harapkannya juga Jangan sampai kegiatan yang tercantum dalam APBDesa nantinya tidak sesuai dengan yang sudah diprioritaskan dalam RKPdesa,” harap Susdi
Selaku pj kades, dan iya mengajak BPD dan serta jajaran Perangkat Desa dalam menetapkan APBDesa untuk memprioritaskan kepentingan masyarakat.  Sebab prioritas penggunaan Dan Desa tahun 2021 sala satunya untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Terkait masalah rencana kenaikan tunjangan BPD sampai saat ini belum ada kesepakatan diri pemerintah Desa namun Pemerintah Desa tidak keberatan untuk kenaikan tunjangan BPD, akan tetapi yang jadi persoalannya itu kurangnya anggaran untuk mendukung kenaikan tunjangan BPD. Sebab kenaikan tunjangan BPD berada di 30 persen dari total APBDesa. Susdi berharap, agar ada solusi lain dalam mengatasi persoalan kenaikan tunjangan BPD tentunya tidak menyalahi aturan.
Lebih lanjut Dikatakan Susdi, kalau dilihat dari Penerimaan Desa tahun 2021 rasanya sulit untuk menunjang kenaikan tunjangan BPD diangka 100 persen, akan tetapi dirinya masih membuka peluang dengan anggota BPD mencari solusi yang terbaik terkait  kenaikan tunjangan BPD,” paparnya.[and]

top