Proyek DAK Pendidikan Kucing-kucingan, Indikasi Korupsi Makin Kontras

oleh -537 views

BENGKULU SELATAN | PANDAWA98.COM -Dalam pedoman maupun petunjuk pelaksanaan dana alokasi khusus (DAK) bidang pendidikan setiap sekolah yang mendapatkan program diharuskan transparan dan akuntable namun masih ada juga sekolah yang mengabaikan pentingnya transparansi (keterbukaan) pengelolaan keuangan DAK, seperti halnya di SDN 44 Kecamatan Seginim Bengkulu Selatan.

SDN 44 yang terletak di Desa Pagar Batu Kecamatan Seginim telah mengerjakan Rehabilitasi Beberapa ruangan dan Rehabilitasi Jamban (WC) bersumber dari uang Negara namun belum memasang ataupun menempelkan informasi pembangunan di sekolahnya.

Dari pantauan pandawa98.com Kamis (22/10), di SDN tersebut belum terpasang papan informasi kegiatan seperti gambar dan rencana anggaran biaya (RAB) yang ada terpasang papan merk kegiatan, Nampak dua kegiatan sudah mulai dikerjakan.

Saat dikonfirmasi mengenai hal ini salah seorang guru menghampiri pandawa98.com dilokasi kegiatan yakni Diar syaputra, beliyau enggan untuk dikomfirmasi dan sempat berbohong mengatakan bahwa kepala sekolah tidak ada diruang kerjanya, padhal sudah terlihat jelas Dihar, baru keluar dari ruang kantor, aneh dengan sikap Dihar entah apa maksudnya seperti ini, padahal Dihar sebagai dewan guru yang seharusnya tidak sewajarnya berbohong seperti itu untuk menutup mutupi keberadaan kepala Sekolah.

Saat pandawa98.com memintak untuk masuk keruangan kantor melakukan komfirmasi terkait kegiatan tersebut kepala sekolah SDN 44 yakni Nera fetriani, berdiam diri saat ditanya keberadaan kepala Sekolah, seakan akan Nera tidak mengakui bahwa dirinya kepala sekolah meskipun sudah di depan mata, sementara sala seorang guru masih tetap tidak mau menujukan kepla sekolahnya meskipun Nera, selaku kepala sekolah berada dialam ruangan, aneh kok masih ada guru yang berbohong ada apa ini sebenarnya.

Saat dikomfirmasi Kepala sekolah mengatakan, papan informasi transparansi pembangunan memang tidak dipasang atau ditempel karena “menurutnya cukup menggunakan papan merk kegiatan dan tidak ada perintah dari Dinas Pendidikan, lagi pula dikatakan kepala sekolah itu untuk melihat gabar kegiatan tersebut tidak boleh semua orang harus tau, cuma orang orang tertentu yang bisa melihat gambar kegiatan tersebut,”cetus kepala Sekolah.

Mengenai pekerjaan tersebut ada dua kegiatan rehabilitasi Gedung Rp.120 juta dan jamban (WC) Rp.15 juta.

diketahui bahwa sekolah yang menerima kegiatan DAK tahun 2020 di Kabupaten Bengkulu Selatan sudah dilaksanakan pada akhir bulan Agustus yang lalu, dari pantauan pandawa98.com di setiap sekolah yang menerima rehab maupun bangun gedung atau ruang baru belum ada satupun memasang gambar yang akan dikerjakan, sehingga terkesan mengabaikan hal itu, mengapa ini terjadi?

Hingga berita ini diterbitkan PPK maupun PPTK kegiatan masih diupayakan dikonfirmasi kembali.[and]

top