Terbongkar! Pengangkatan 7 Anggota BPD Padang Pandan Disinyalir Ada Rekayasa Jumlah Penduduk

oleh -515 views

BENGKULU SELATAN | PANDAWA98.COM – Dengan diadakan kompetisi adu tanding Pemilihan anggota BPD Desa Padang Pandan beberapa waktu yang lalau akan berbutut panjang Pengangkatan ke tujuh anggota BPD tersebut diduga kuat adanya kongkanglingkong atau di rekayasa, jumlah penduduk untuk memenuhi kuota 7 orang anggota BPD napaknya belum memenui syarat.

Terkuaknya ada dugaan rekayasa jumlah penduduk yang terindikasi dilakukan oleh Kepala desa Padang Pandan yaitu ISKANDAR, setelah media ini melakukan konfirmasi langsung kepada kepala Dinas PMD Bengkulu Selatan Hamdan, S.Sos, terkait aturan diperbolehkannya pengangkatan anggota BPD lebih dari 5 orang, Rabu (10/03/2021).

Kepada BPMD Hamdan menjelaskan, berdasarkan aturan yang ada, pengangkatan anggota BPD boleh lebih dari 5 orang, asalkan sesuai aturan yang ada, yaitu jumlah penduduk diatas 1500 orang. Tapi kalau penduduknya tidak sampai 1500 orang, maka anggota BPD yang diangakt cukup 5 orang, tapi kalau diatas 1500 boleh 7 orang, jelasnya.

“Dari jumlah penduduk desa Padang Pandan yang dilaporkan kepada kami oleh kepala desa lebih dari 1500 orang, tapi setelah di sinkronisasikan dengan data penduduk desa Padang Pandan yang ada di Dukcapil tidak sampai 1500 orang. Sehingga jumlah anggota BPD yang kami setujui yang di SK kan bupati cuma 5 orang,” beber Hamdan.

Hamdan mengaku, saat ini dari pihak Dinas Pembardayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bengkulu Selatan masih mempelajari serta mengkaji kebenaran jumlah data penduduk desa Padang Pandan tersebut.

“Apakah ini ada kesalahan data pada Dinas Dukcapil atau ada rekayasa di desa, masih kita kaji,” ungkapnya.

Hamdan menambahkan, dari pihak desa Padang Pandan memang betul awalnya telah mengusulkan sebanyak tujuh orang anggota BPD dalam pemilihan langsung anggota BPD pada November 2019 lalu.

Namun Dinas PMD hanya mengesahkan 5 orang untuk diangkat dan di SK kan oleh bupati sebagai anggota BPD.

“Nah dari usulan 7 orang itu yang saya tandatangani hanya 5 orang. Untuk desa Padang Pandan sementara ini yang sah dan di SK kan Bupati 5 orang,” tegas Kadis PMD lagi.

Ditambahkan Hamdan, Jika memang terbukti ada pembayaran honor BPD lebih dari lima orang maka patut dipertanyakan sebab BPD Desa Padang Pandan yang di SK kan oleh Bupati Bengkulu Selatan Sebayak 5 lima orang.

Ia menyarankan, kalaupun ada penambahan anggota BPD dan pengangkatan perangkat desa ataupun kebutuhan lainnya hendaknya dilakukan secara musyawarah bersama BPD serta masyarakat dengan kesepakatan yang dituangkan dalam berita acara.

“Jangan keputusuan sepihak, karena prisipnya jangan membenani APBDes dan tentunya haruslah disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran desa yang ada, tegas Hamdan.

Dikonfirmasi terkait penggajian 7 anggota BPD desa Padang Pandan tersebut Kadis PMD BS memberkan bahwa saat ini yang dibayar atau di sahkan Pemerintah Daerah hanya 5 orang.

“Untuk sementara saya berpedoman lima dulu karena belum nyambung,” ujarnya.
Sementara kalau dilihat dari kronologisnya bisa jadi ada indikasi pemotongan gaji/honor perangkat desa atau pepenggunaan dana lainnya dalam anggaran ADD untuk membayar honor untuk 2 orang anggota BPD itu sebagai tambahan,” Pungkas Hamdan.[and]

top